Kau yang telah luluhkan hatiku..
Membuatku menemukan hidupku kembali.
Begitu lama
Tak pernah kumerasakan indahnya cinta..
Namun malam ini.. ku bahagia memilikimu..
Malam telah melukis wajahmu dalam samar cahaya.
nadiku berdetak keras mengurai kegelisahan yg tak pasti.
kau telah hapuskan kelamnya mimpi..
kau sinari jiwaku dgn senyumu..
kau tata ruang hati yg tak beraturan..
kau segarkan hariku.. taburi mimpiku dengan indahmu..
Malam ini, kuingin katakan jauh dilubuk hati ini..
kau sungguh berharga.. seperti emas yg tak ternilai..
yg ada didasar hati..
kau takkan tergantikan..
ku ingin bersamamu Selamanya...
Bahagianya Aku Memilikimu :*
Diposting oleh
Arlita Yudiandani
on Rabu, 16 April 2014
/
Comments: (0)
6 Tips Agar Pacaran Awet Sejak Baru Jadian
Diposting oleh
Arlita Yudiandani
on Jumat, 11 April 2014
/
Comments: (0)
Masa-masa di awal jadian memang sangat manis dan menyenangkan. Tapi kita sudah terbiasa dengan semboyan, "Just sweet beginning and bitter ending!", yang awalnya manis, lama-lama terasa hambar bahkan pahit. Padahal hal tersebut bisa Anda hindari jika sejak awal menggunakan beberapa tips berikut ini.
Menghormati Privacy Masing-Masing
Saat sudah menjadi kekasihnya, bukan berarti semua hal harus dibagi berdua. Dia punya ruang privacy sendiri, demikian juga Anda. Contoh mudahnya saja adalah handphone, jika dia tidak ingin memperlihatkan isi handphonenya, bukan berarti dia menyembunyikan sesuatu, mungkin dia belum siap membaginya dengan Anda. Demikian juga halnya password sosial media, setiap pasangan ada baiknya saling menghormati batas-batas yang bisa dinikmati bersama dan ruang pribadi masing-masing.
Tidak Cepat Membicarakan Masa Depan
Saat awal jadian, usahakan untuk tidak membicarakan pernikahan atau hal-hal yang berkaitan dengan rumah tangga dan anak. Pria biasanya sensitif dengan pembicaraan seperti ini. Jadi biarkan obrolan ini mengalir beberapa saat setelah Anda dan dia sama-sama siap. Jika sudah dibicarakan di awal, bisa-bisa si dia kabur meninggalkan Anda.
Kenal Dengan Teman-Temannya
Anda punya teman sebelum bersama dengannya, dia pun demikian. Saling mengenal teman satu sama lain akan membuat Anda semakin mengenal karakter, sifat, atau bahkan kenakalannya dahulu. Tidak perlu canggung saat masuk dalam kelompok pertemanannya, santai saja dan buatlah diri Anda senyaman mungkin.
Mengenai Kemesraan di Depan Umum
Menggandeng tangan atau merangkul pinggang biasanya dilakukan pasangan sebagai bukti 'dia milikku'. Di Indonesia, menggandeng tangan dan merangkul pinggang masih dianggap wajar dan tidak berlebihan. Jika pasangan memberi sentuhan fisik lebih dari itu dan Anda tidak nyaman, Anda bisa mengatakannya. Menunjukkan rasa sayang boleh saja, tetapi jika itu membuat orang lain risih melihat, sebaiknya jangan.
Beri Dia Kebebasan
Anda tidak akan suka jika pacar terlalu mengatur hidup Anda, maka lakukan hal yang sama untuk kekasih Anda. Pria biasanya tidak terlalu suka diatur harus begini dan begitu, apalagi jika Anda sampai melarangnya menemui seseorang atau melakukan hobi kesukaannya. Beri dia ruang untuk menikmati aktivitasnya tanpa Anda, begitu juga Anda. Menjadi pacar bukan berarti harus selalu melakukan semua kegiatan bersama. Ini juga jadi pelajaran agar Anda dan dia sama-sama saling percaya.
Katakan Apa Yang Anda Mau
Wanita sering memainkan perasaan pria dengan membiarkan mereka menebak apa yang Anda inginkan. "Seharusnya kamu tahu apa yang aku mau," "Seharusnya kamu mengerti apa yang aku rasakan walaupun aku tidak bilang," Helloo.. ladies, pacar Anda bukan paranormal yang bisa menebak apa yang Anda pikirkan dan apa yang Anda rasakan. Katakan padanya, jangan biarkan dia menebak-nebak, karena pria tidak suka dengan permainan ini.
INGIN KU MILIKI DIRIMU
Diposting oleh
Arlita Yudiandani
on Selasa, 08 April 2014
/
Comments: (0)
Terlalu lama ku pendam
Semua rasa ini padamu
Kini ku sudah tak tahan
Ku ingin kau tau semua..
Aku lebih dulu mencintaimu
Aku lebih dulu mengenalmu
Bukannya dia..
Cinta itu harus diungkapkan
Cinta itu harus memiliki
Tak kan kulepaskan dirimu
Memang tinggi egoku
Namun.. ingin ku miliki dirimu..
Demi cinta yang t`lah lama ku pendam
Demi mengganti semua pengorbanan
Yang t`lah ku lakukan untukmu
Kau harus jadi milikku..
Lyrics : A Whole New World by Peabo Bryson ft. Regina Belle
Diposting oleh
Arlita Yudiandani
on Kamis, 03 April 2014
/
Comments: (0)
I can show you the world
Shining, shimmering, splendid
Tell me, princess, now when did
You last let your heart decide?
Shining, shimmering, splendid
Tell me, princess, now when did
You last let your heart decide?
I can open your eyes
Take you wonder by wonder
Over, sideways and under
On a magic carpet ride
Take you wonder by wonder
Over, sideways and under
On a magic carpet ride
A whole new world
A new fantastic point of view
No one to tell us no or where to go
Or say we’re only dreaming
A new fantastic point of view
No one to tell us no or where to go
Or say we’re only dreaming
A whole new world
A dazzling place I never knew
But when I’m way up here
It’s crystal clear
A dazzling place I never knew
But when I’m way up here
It’s crystal clear
That now I’m in a whole
New world with you
New world with you
Unbelievable sights
Indescribable feeling
Soaring, tumbling, freewheeling
Through an endless diamond sky
Indescribable feeling
Soaring, tumbling, freewheeling
Through an endless diamond sky
A whole new world
Don’t you dare close your eyes
A hundred thousand things to see
Hold your breath, it gets better
Don’t you dare close your eyes
A hundred thousand things to see
Hold your breath, it gets better
I’m like a shooting star
I’ve come so far
I can’t go back
To where I used to be
I’ve come so far
I can’t go back
To where I used to be
A whole new world
With new horizons to pursue
With new horizons to pursue
I’ll chase them anywhere
There’s time to spare
Let me share this whole
New world with you
There’s time to spare
Let me share this whole
New world with you
A whole new world
That’s where we’ll be
A thrilling chase
A wondrous place
For you and me
That’s where we’ll be
A thrilling chase
A wondrous place
For you and me
Lyrics : How Do I Live by Trisha Yearwood
Diposting oleh
Arlita Yudiandani
/
Comments: (0)
How Do I Live
Trisha Yearwood
If i had to live without you
What kind a life would that be
Oh and I, I need you in my arms need you to hold
You're my world, my heart, my soul
If you ever leave
Baby you would take away everything good in my life
Without you there'd be no sun in my sky
There would be no love in my life
There'd be no world left for me
And I, baby i don't know what i would do
I'd be lost if i lost you
if you ever leave baby, you would take away everything real in my life
And tell me now
( chorus )
How do I live without you
I want to know
How do i breathe without you
if you ever go
How do i ever, ever survive
How do I, How do I, Oh How do I live
If you ever leave
Baby you would take away everything
Need you with me
Baby 'cause you know
That you're everything good in my life
And tell me now
( repeat chorus )
How do I live without you
Without you baby
Cara Agar Cepat Ditembak Gebetan
Diposting oleh
Arlita Yudiandani
/
Comments: (0)
Sudah menjalin kedekatan selama berbulan-bulan tapi si dia belum juga menyatakan cinta. Tentu Anda sebagai wanita gengsi untuk 'nembak' pria yang disukai terlebih dahulu.
Ada cara jitu agar si dia segara menyatakan cintanya. Dilansir Love To Know ini dia yang harus Anda lakukan.
1. Memberikan Kode
Si dia mungkin sudah nyaman dengan hubungan yang tanpa status tersebut, tapi sebagai wanita Anda pasti ingin kejelasan. Agar si dia tahu maksud Anda maka secara tidak langsung Anda bisa memberikan kode kepadanya. Biarkan dia tahu perasaan Anda. Jangan ragu untuk menyatakan bahwa si dia sangat penting bagi Anda. Ungkapkan juga bahwa Anda merasa lebih tenang jika hubungan memiliki kejelasan.
2. Jangan Mengekangnya
Meski sudah sangat dekat, jangan mengekangnya. Biarkan dia bebas bertemu dengan temannya atau melakukan hobinya. Si dia akan berpikir, belum jadi pacar saja Anda sudah mengekangnya bagaimana nanti jika sudah resmi 'jadian'? Tentu si dia akan ilfil.
3. Dekati Teman-temannya
Selain Anda bisa tahu kelebihan dan kekurangan kekasih, mendekati teman-temannya dapat mempengaruhi si dia untuk menyatakan cintanya. Ketika teman-temannya senang dengan Anda dan memberikan respon positif, maka dia makin merasa yakin untuk 'menembak' Anda.
4. Melakukan Hal-hal Romantis
Membuatkan makanan atau memberikan hadiah meski bukan ulang tahunnya bisa membuatnya senang. Hal romantis tersebut bisa meyakinkannya untuk menjadikan Anda sebagai pacarnya.
5. Memberikan Ultimatum
Memberikan ultimatum merupakan cara terakhir Anda untuk mengungkapkan cinta. Jika Anda telah memberi kode sampai berani menyatakan cinta, tapi si dia tampaknya tidak juga memberikan respon, Anda bisa memberikan ultimatum. Anda bisa mengatakan padanya, jika hubungan tidak ada kejelasan, Anda lebih baik move on. Namun ada dua kemungkinan ketika memberikan ultimatum, pertama dia mungkin segera menyatakan cintanya karena takut kehilangan Anda. Kemungkinan kedua, dia merasa ditekan dan menjauhi Anda. Jika ternyata dia memilih meninggalkan Anda, maka dia memang tidak serius dengan Anda. Hadapilah dan move on :')
Ada cara jitu agar si dia segara menyatakan cintanya. Dilansir Love To Know ini dia yang harus Anda lakukan.
1. Memberikan Kode
Si dia mungkin sudah nyaman dengan hubungan yang tanpa status tersebut, tapi sebagai wanita Anda pasti ingin kejelasan. Agar si dia tahu maksud Anda maka secara tidak langsung Anda bisa memberikan kode kepadanya. Biarkan dia tahu perasaan Anda. Jangan ragu untuk menyatakan bahwa si dia sangat penting bagi Anda. Ungkapkan juga bahwa Anda merasa lebih tenang jika hubungan memiliki kejelasan.
2. Jangan Mengekangnya
Meski sudah sangat dekat, jangan mengekangnya. Biarkan dia bebas bertemu dengan temannya atau melakukan hobinya. Si dia akan berpikir, belum jadi pacar saja Anda sudah mengekangnya bagaimana nanti jika sudah resmi 'jadian'? Tentu si dia akan ilfil.
3. Dekati Teman-temannya
Selain Anda bisa tahu kelebihan dan kekurangan kekasih, mendekati teman-temannya dapat mempengaruhi si dia untuk menyatakan cintanya. Ketika teman-temannya senang dengan Anda dan memberikan respon positif, maka dia makin merasa yakin untuk 'menembak' Anda.
4. Melakukan Hal-hal Romantis
Membuatkan makanan atau memberikan hadiah meski bukan ulang tahunnya bisa membuatnya senang. Hal romantis tersebut bisa meyakinkannya untuk menjadikan Anda sebagai pacarnya.
5. Memberikan Ultimatum
Memberikan ultimatum merupakan cara terakhir Anda untuk mengungkapkan cinta. Jika Anda telah memberi kode sampai berani menyatakan cinta, tapi si dia tampaknya tidak juga memberikan respon, Anda bisa memberikan ultimatum. Anda bisa mengatakan padanya, jika hubungan tidak ada kejelasan, Anda lebih baik move on. Namun ada dua kemungkinan ketika memberikan ultimatum, pertama dia mungkin segera menyatakan cintanya karena takut kehilangan Anda. Kemungkinan kedua, dia merasa ditekan dan menjauhi Anda. Jika ternyata dia memilih meninggalkan Anda, maka dia memang tidak serius dengan Anda. Hadapilah dan move on :')
Alasan yang Menyebabkan Cinta Tak Terbalas
Diposting oleh
Arlita Yudiandani
on Kamis, 27 Maret 2014
/
Comments: (0)
Alasan yang Menyebabkan Cinta Tak Terbalas
Buat yang sering patah hati karena cintanya bertepuk sebelah tangan kali ini Arena muda akan share beberapa alasannya. Seperti dilansir dari kompas, hal paling menyenangkan dalam hubungan cinta adalah bisa bersama dengan orang yang Anda cintai.
Namun, tidak semua hubungan cinta bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Kenyataannya, banyak juga lho orang yang hanya bisa memendam cinta dan cintanya bertepuk sebelah tangan.
Ketika mengalami hal ini, sudah pasti Anda harus melupakannya dan move on. Ini tidak mudah karena sangat sulit melupakan orang yang benar-benar Anda cintai dan merelakannya bersama perempuan lain. Tetapi, kalau dipikir-pikir, kenapa sih si dia tidak mencintai Anda?
1. Anda berusaha terlalu keras untuk mendapatkannya.
Ketika menyukai seseorang, Anda pasti berusaha untuk mendekatinya dengan berbagai cara. Terkadang cara merayu ini terlihat terlalu agresif dan Anda terlihat sangat membutuhkannya. Sikap seperti ini bisa membuat pria jadi ilfil. Pria punya sifat sebagai pengejar sehingga mereka lebih suka jadi sosok yang mengejar dan bukan dikejar-kejar. Jadi, jika Anda tertarik dengan seorang pria, sebaiknya beri saja petunjuk dan sinyal-sinyal bahwa Anda tertarik agar ia penasaran dan mulai mengejar Anda.
2. Anda bukan tipenya.
Perempuan mana pun pasti sakit hati saat cintanya ditolak, apalagi saat si dia bilang kalau Anda bukan tipe perempuan yang diinginkannya. Sekalipun begitu, jangan pernah berpikir untuk mengubah diri Anda hanya untuk menjadi orang yang tepat untuknya. Jika ingin berubah, sebaiknya berubahlah untuk diri Anda sendiri agar menjadi orang yang lebih baik.
3. Dia hanya ingin berteman.
Ketika sedang bersama Anda, apa si dia suka membicarakan tipe perempuan yang disukainya atau langsung menyebutkan siapa orang yang disukainya? Kalau memang begini, sudah pasti dia hanya hanya menganggap Anda sebagai temannya. Bisa juga karena Anda dari awal sudah menolak atau tak menyadari sinyal-sinyal cintanya di awal pertemanan. Akibatnya, saat si dia sudah menyerah, Anda baru sadar kalau Anda menyukainya.
4. Dia tak tahu Anda menyukainya.
Sudah memberi sinyal dan meninggalkan petunjuk kecil bahwa Anda menyukainya, tetapi si dia tak juga mengejar Anda? Hmm... mungkin dia memang benar-benar tidak sadar kalau Anda suka kepadanya. Kalau sudah begini, Anda bisa membuat petunjuk ini jadi lebih jelas dengan menggunakan kata-kata yang secara halus mengekspresikan perasaan Anda. Jangan katakan terus terang kalau Anda jatuh cinta kepadanya. Cukup goda saja dirinya untuk membuat dia lebih tertarik.
5. Dia belum siap pacaran.
Banyak perempuan yang belum menyadari hal ini, tetapi beberapa pria memiliki cara untuk mengetahui apakah seorang perempuan cocok untuk jadi pasangannya. Proses ini memakan waktu yang cukup lama karena ia masih bimbang untuk memutuskan langkah hubungan selanjutnya. Jika sangat sulit dan Anda merasa terlalu lama menunggu, ini berarti Anda memang harus melupakan dirinya.
6. Dia di bawah pengaruh keluarganya.
Cinta bertepuk sebelah tangan belum tentu tak berarti si dia tak suka kepada Anda. Bisa jadi alasan Anda dan dia tak bisa bersatu adalah karena tekanan dari keluarga atau teman-teman yang mungkin menganggap Anda bukan calon pasangan yang tepat untuknya. Jika hal ini terjadi, lupakan saja dia karena dia bukan pria sejati yang bisa memiliki pendapat sendiri mengenai siapa orang yang baik untuknya.
7. Dia pikir Anda tak memenuhi syarat.
Anda pasti punya kriteria tersendiri saat mencari pasangan. Sadarilah bahwa tak cuma Anda yang punya daftar ini. Cobalah tanyakan kepadanya seperti apa tipe perempuan idamannya, apakah Anda masuk dalam kriterianya? Jika tidak, Anda tahu jawaban atas perasaan cinta Anda kan?
8. Dia tak punya waktu untuk Anda.
Mencintai seorang workaholic? Seorang pria seperti ini sudah punya prioritas yang jelas dalam hidupnya, yaitu karier. Baginya, bisa jadi pekerjaannya lebih menarik daripada hubungan cinta dengan Anda.
9. Dia tahu bisa memiliki Anda dengan mudah.
Saat jatuh cinta, ada gerak-gerik Anda yang tanpa sadar menunjukkan perasaan Anda kepadanya. Ketika pria menangkap tanda-tanda ini, kebanyakan pria berpikir bahwa mereka bisa dengan mudah memiliki Anda. Karena itu, mungkin saja mereka berpikir bahwa Anda pasti selalu ada untuknya setiap saat. Akibatnya, mereka jadi lebih suka untuk menjalin hubungan tanpa status dengan Anda sambil mengencani perempuan lain.
Sekian postingan kali ini berjudul 9 Kemungkinan Mengapa Cinta Tulus Kita Tak Terbalas. Semoga bermanfaat. Salam.
MEMENDAM RASA INI UNTUK MU
Diposting oleh
Arlita Yudiandani
on Rabu, 19 Maret 2014
/
Comments: (0)
pernah memendam rasa? denger dari judulnya aja pasti ada beberapa dari TEMAN-TEMAN pada yang bilang di dalem hati "pernah banget". gak tau sih banyak atau gak, yang pasti ada lah.
aku juga gak tau kenapa ya bikin post ini. yang jelas sih aku pernah ngalamin bahkan sampai sekarang pun masih bisa disebut memendam rasa sama sahabat sendiri,,,,
sekali lagi, pernah memendam rasa? tentu pernah. biasanya orang melakukan ini karena dia takut saat perasaannya diungkapkann malah mengubah keadaan yang ada. apalagi perasaan suka sama sahabatnya sendiri. karena sudah terbiasa curhat, bicara ini itu, bercanda, menghabiskan waktu bersama, lama-lama perasaan itu malah berubah jadi perasaan suka. dan perasaan pun berubah menjadi gak bisa kalau cuma "sekedar teman"
nah, kalo udah begini. bener-bener butuh hati yang kuat deh. soalnya kalau gak kuat, bisa sering nangisin diri sendiri.. kenapa butuh hati kuat? karena mungkin kita gak mau menghancurkan keadaan yang sudah terjalin,
menurut aku sih, terkadang kita harus berani mengambil resiko yang ada. siapa tau hasilnya baik? daripada menunggu sesuatu yang gak pasti? atau hanya sekedar menebak-nebak perasaan si dia? yang ada malah mikir yang enggak2.
jangan takut mengambil resiko yang ada, jangan takut mengalami penolakan, ditolak itu hal lumrah kok. saat-saat pertama pasti sakittt banget. makanya nanti juga lama-lama akan biasa lagi.
kata siapa kalau bakal susah move-on? yang susah move-on mah karena dipikirannya udah ditanem "bakal susah lupain" , "gak akan bisa kalau bukan sama dia" makanya ngebet ama dia terus. gak kasian ama perasaan sendiri apa? kalau bersedih sedih terus mah kita cuma nyakitin diri kita sendiri dan gak akan berguna. kita harus yakin kalau kita bisa menemukan kebahagiaan yang baru bersama orang yang memang layak bahagia bersama kita. garis bawahi itu ya,,hahahahaha. emang kita akan merasa kehilangan, semua orang juga akan pernah merasa kehilangan. saat kita mengalami itu, ingetlah apa yang masih kita punya dan bahagia lah karena akan itu.
apalagi ini neee.... yang memendam rasa suka namun gak bertindak apa-apa. cuma bisa lihat dari jauh, udah senang melihatnya bercanda, ketawa, senyum.. tapi pengen gak sih senyumnya itu karena kitaaaaaaaaaaa? aku yakin kita pasti akan lebih bahagia! makanya berani dong. pedekate gak harus bbm-in, minta nomer hape kok dan ngobrol setiap hari kok. justru jangan terlalu agresif. karena gak semua orang suka itu. mulai dari perhatian kecil, nanya hal yang gak penting. biasanya sih yang agak agak misterius gitu, yang bikin penasaran, gimanaaaaaaaaaaaaa gitu... : siapa tau si dia akhirnya tertarik juga ama kta....ahhahahahahahah jangan lupa dpraktikin, ntar kalau berhasil kasih tau aku yah pemirsa,,,heheheh canda ahhh
memendam rasa.. itu emang ga enak yah, nyesek sendiri di dalem hati, apalagi bagi yang cewek, gak bisa ngapa-ngapain selain cuma nunggu hal yang gak pasti ( pengalaman ku heheh ), bingung untuk terus lanjut suka, atau saatnya melupakan? belum siap buat move-on, tapi juga capek kalo cuma begini terus. pokoknya harus belajar lebih sabar, tahan terhadap segala tantangan yang ada seperti ada cewek yang deketin dia juga. dan yang terpenting jangan lupa memberi tanda-tanda biar si dianya juga cepet dapat sinyal dan tanggapi kita.cowok kan juga perlu dorongan dari tanda-tanda biar pilihannya jadi yakin. "terkadang gue lelah dengan semua ini. berjuang menahan segala perasaan. ya tapi.. udah terlanjur dipendam dan aku gak mau engkau tahu kalau hanya akan membuat semuanya jadi kacau"
CUEK yaang CEREWET .... smile for me please every time
agar aku bisa sedikit bahagia walau hati selalu menangis
Cara Asyik Memaafkan Sahabat :*
Diposting oleh
Arlita Yudiandani
on Sabtu, 25 Januari 2014
/
Comments: (0)
Persahabatan dibangun oleh kepercayaan. Banyak kepercayaan dan rahasia dibagi sesama sahabat. Sekali saja kepercayaan dilanggar, tentu membuat persahabatan hancur, dan hampir tidak mungkin untuk kembali seperti sediakala.
Pikirkan alasannya. Pikirkanlah mengapa kamu bertengkar dan situasi apa yang membuat kamu bertengkar agar pertengkaran yang ada tidak menjadi semakin memburuk.
Bicara. Bicaralah pada temanmu dan katakan kepadanya bahwa kamu ingin menjadi teman lagi.
Inisiatif. Jangan menunggu. Kamu harus berinisiatif untuk meminta maaf pada sahabatmu.
Bersikap tulus. Ketika minta maaf, minta maaflah dengan tulus. Sampaikan padanya bahwa kamu tidak ada niat untuk menyakitinya.
Tenangkan diri. Bersikaplah tenang dan sabar. Jika temanmu memberikan argumen atau sedikit pendapatnya, sabarlah dan dengarkan dengan baik-baik. Jangan terpancing emosi, biarkan dia menyampaikan perasaannya terhadapmu.
Diskusi. Cobalah ajak temanmu untuk minum kopi di suatu tempat. Bila temanmu bicara, dengarkan. Ajak dia bicara dan bertukar pikiran.
Melucu. Cobalah untuk membuat lelucon yang menyenangkan. Ketika ketegangan mulai mereda dan kamu mendapatkan jalan keluar, cobalah menciptakan lelucon sederhana. Hati-hati, jangan membuat lelucon mengacu pada pertengkaran.
Rasakan apa yang dia rasa. Tempatkan diri kamu dalam situasi dia. Dengan cara ini, kamu akan terhindar dari prasangka buruk tentang temanmu.
Belajar dari pengalaman. Pengalaman adalah guru yang berharga. Jangan menyesali yang telah terjadi. Jadikan masalah tersebut sebagai proses pembelajaran hidup agar menjadi lebih kuat dan tegar untuk menghadapi situasi-situasi mendatang.
Perlahan tapi pasti. Mulailah bicara padanya dan ajak dia melakukan sesuatu bersama-sama lagi. Tetapi jangan terlalu mendesaknya. Perlahan-lahan hubungan persahabatan akan kembali baik seperti sediakala.
hmhm sekian dulu tips dari guee, tp gue sendiri juga lagi ngalamin konflik dalam persahabatan gue.
meskipun udah ada berbagai cara untuk damai,tapi susah juga di terapkan :(
hmhm sekian dulu tips dari guee, tp gue sendiri juga lagi ngalamin konflik dalam persahabatan gue.
meskipun udah ada berbagai cara untuk damai,tapi susah juga di terapkan :(
Diposting oleh
Arlita Yudiandani
on Jumat, 24 Januari 2014
/
Comments: (0)
Tips agar tidak sering bertengkar dengan pacar
Siapapun pasti ingin memiliki hubungan yang awet. Tapi kadang-kadang hal tersebut sering terlupakan, terutama ketika sedang mendapatkan masalah. Apalagi kalau emosi sudah menyelusup, dan ditambah lagi tidak bisa mengendalikan diri, bisa-bisa jadi perang dunia ke-3 yang ujung-ujungnya putus. Tapi lain hal kalau suatu hubungan nggak pernah ada masalah, itu justru kurang asyik (bukannya harus cari-cari masalah nih). Karena, ketika kamu berhasil menyelesaikan permasalahan tersebut, itu bisa mempererat hubungan kamu dengan si dia.
Sekedar untuk berbagi bagaimana caranya untuk meminimalkan pertengkaran dengan pacar agar hubungan kamu bisa awet alias langgeng, akan lebih baik jika kamu menghindari sifat atau hal-hal yang bisa menyebabkan antara kamu dengan si dia bertengkar. Karena (menurut saya) salah satu penyebab putus hubungan biasanya disebabkan oleh pertengkaran. Karena itu, dibawah ini ada beberapa sifat yang harus dihindari agar tidak sering bertengkar dengan dengan si dia :
Egois
Siapapun mempunyai sifat egois. Tapi, kadar/levelnya berbeda-beda. Kalau sifat egois ini keterlaluan, maka ini bisa menjadi suatu penyebab antara kamu dan dia jadi ribut. Ingat bahwa hubungan yang sedang kamu jalin bukan untuk diri kamu sendiri, tetapi untuk kamu dan dia. Dalam kondisi tertentu, ‘mengalah’ adalah hal yang terbaik.
Cemburu
Ketika kamu sedang melihat si dia dengan cewek/cowok lain, jangan langsung naik pitam! Kalaupun kamu cemburu, tanyakan secara baik-baik siapa orang tersebut. Setelah kamu menanyakan mengenai hal tersebut, nggak ada salahnya berterus terang, “Say.., aku tadi jealous banget ngeliat kamu jalan sama cowok/cewek tadi. Tadi itu siapa ya..?”. Sekedar untuk memperlihatkan rasa sayang kamu, wajar kan kalau kamu bilang bahwa kamu merasa cemburu ketika melihat si dia jalan sama orang tersebut.
Tertutup
Kalau kamu suka memendam suatu perasaan yang sebenarnya harus kamu katakan, ya katakan saja. Cobalah untuk terbuka. Ceritakan hal-hal yang kamu rasakan. Mungkin kamu ada suatu pertanyaan, rasa curiga, atau mungkin ada sesuatu hal dimana kamu ingin melibatkan si dia. Dengan selalu berbicara terbuka bisa menciptakan perasaan saling pengertian. Dan juga dengan keterbukaan si dia bisa mengerti keadaan kamu yang sebenarnya.
Kurang perhatian
Kurang perhatian karena sibuk harus menyelesaikan tugas, atau sibuk dengan pekerjaan yang harus segera diselesaikan, itu adalah sebuah keharusan!. Tapi jangan mentang-mentang sibuk, kamu melupakan dia. Sekarang kan jaman sudah canggih, jadi sms kek, atau telfon dia. Dengan itu kamu dapat menghilangkan rasa curiga, perasaan negatif thinking, dan juga sekaligus mengurangi rasa kangen. Buktikan bahwa kamu masih care sama dia.
Suka main Api
Kalau kamu ingin hubungan kamu dan dia baik-baik saja, jangan suka main api! Main api bisa menyebabkan kamu main hati sama cewek/cowok lain, yang akhirnya menyebabkan hal-hal yang tidak pernah kamu duga sebelumnya. Selain itu, ini juga dapat melindungi kamu agar terhindar dari image ‘mata keranjang’, dan juga agar si dia tidak beranggapan bahwa ternyata hubungan kamu dan dia ‘tidak serius’. Ingat, Api kecil menjadi kawan, tapi kalau sudah besar jadi lawan lho!
Pembosan
Setiap hubungan pasti akan terfikirkan mengenai masalah yang satu ini. Selain itu rasa bosan kadang-kadang menjadi sebuah ketakutan diantara kamu dan dia, apalagi kalau kamu sedang berada dalam sebuah hubungan yang serius. Maka dari itu, sedikit banyaknya kamu punya cara tersendiri bagaimana caranya agar tidak bosan. Misalnya, sesekali coba jalan-jalan sama pacar kamu ke tempat yang belum pernah kamu kunjungi, mengajaknya untuk melakukan kegiatan yang menjadi hobi kamu berdua, pergi ke tempat favorit kamu, atau bisa juga memberikan jarak waktu (kesempatan) untuk sendiri dulu atau tidak bertemu dengannya, de el el.
Okay.., 6 poin diatas adalah hal-hal yang biasanya menyebabkan terjadinya pertengkaran. So.., kalau kamu mau awet pacaran, nggak ada salahnya kamu mengetahui dan menghindari hal-hal tersebut.
Ayah Sayang Bundaa...
Diposting oleh
Arlita Yudiandani
on Selasa, 21 Januari 2014
/
Comments: (0)
Ketika baca cerita ini, jujur saja air mataku gak putus-putusnya berlinang karena ceritanya benar-benar menyentuh hati dan menguras emosi. Dan mudah-mudahan bisa menjadi renungan buat kita. Tolong luangkan waktu teman-teman sejenak untuk membaca cerita ini. :')
Kami sederhana tapi
sangat meriah. Menikah dengan seorang pria yang shaleh, pintar, tampan &
mapan pula. Dia sudah sukses dalam karirnya. Kami berbulan madu di tanah suci.
Setelah menikah aku mengajaknya untuk umroh ke tanah suci....
Aku sangat bahagia dengannya, dia sangat memanjakan aku. Sangat terlihat rasa cinta dan sayangnya pada ku. Banyak orang yang bilang, kami pasangan yang serasi. Sangat terlihat sekali bagaimana suamiku memanjakanku. Aku bahagia menikah dengannya.
5 Tahun sudah kami menikah, sangat tak terasa waktu berjalan, walaupun kami hanya berdua saja. Karena sampai saat ini aku belum bisa memberikannya seorang malaikat kecil di tengah keharmonisan rumah tangga kami. Karena dia anak lelaki satu - satunya dalam keluarga nya, jadi aku harus berusaha untuk dapat meneruskan generasi nya. Alhamdulillah suamiku mendukung ku. Ia mengaggap Allah belum mempercayai kami untuk menjaga titipan NYA.
Tapi keluarganya mulai resah. Dari awal kami menikah ibu & adiknya tidak menyukaiku, aku sering mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari mereka, tapi aku menutupi dari suamiku. Didepan suamiku, mereka sangat baik padaku, tapi dibelakang suami ku, aku dihina - hina oleh mereka.
Pernah suatu ketika, 1 tahun usia pernikahan kami, suamiku mengalami kecelakaan, dan mobilnya hancur..
Aku sangat bahagia dengannya, dia sangat memanjakan aku. Sangat terlihat rasa cinta dan sayangnya pada ku. Banyak orang yang bilang, kami pasangan yang serasi. Sangat terlihat sekali bagaimana suamiku memanjakanku. Aku bahagia menikah dengannya.
5 Tahun sudah kami menikah, sangat tak terasa waktu berjalan, walaupun kami hanya berdua saja. Karena sampai saat ini aku belum bisa memberikannya seorang malaikat kecil di tengah keharmonisan rumah tangga kami. Karena dia anak lelaki satu - satunya dalam keluarga nya, jadi aku harus berusaha untuk dapat meneruskan generasi nya. Alhamdulillah suamiku mendukung ku. Ia mengaggap Allah belum mempercayai kami untuk menjaga titipan NYA.
Tapi keluarganya mulai resah. Dari awal kami menikah ibu & adiknya tidak menyukaiku, aku sering mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari mereka, tapi aku menutupi dari suamiku. Didepan suamiku, mereka sangat baik padaku, tapi dibelakang suami ku, aku dihina - hina oleh mereka.
Pernah suatu ketika, 1 tahun usia pernikahan kami, suamiku mengalami kecelakaan, dan mobilnya hancur..
Alhamdulillah suamiku selamat dari maut yang hampir membuat ku menjadi seorang janda. Ia dirawat dirumah sakit, pada saat dia belum sadarkan diri, aku selalu menemaninya siang & malam, kubacakan ayat - ayat suci Al - Qur'an,aku sibuk bolak - balik rumah sakit dan tempat aku melakukan aktivitas sosialku, aku sibuk mengurus suamiku yang sakit karena kecelakaan.
Ketika aku kembali ke rumah sakit setelah dari rumah kami, aku melihat didalam kamarnya ada ibu, adik - adiknya dan teman - teman suamiku, dan satu lagi aku melilhat seorang wanita yg sangat akrab dengan ibunya. Mereka tertawa menghibur suamiku.
Alhamdulillah suamiku ternyata sudah sadar, aku menangis ketika melihat suami ku sudah sadar, tapi aku tak boleh sedih di depannya.
Kubuka pintu yg tertutup rapat itu, sambil mengatakan "Assalammu'alaikum" mereka menjawab salam ku. Aku berdiam sejenak di depan pintu dan mereka semua melihatku. Suamiku menatapku penuh manja, mungkin ia kangen padaku karena sudah 5 hari matanya selalu tertutup. Tangannya melambai, mengisyaratkan aku untuk memegang tangannya yg erat. Setelah aku menghampirinya, ku cium tangannya sambil berkata "Assalammu'alaikum" , ia pun menjawab salamku dengan suaranya yg lirih tapi penuh dengan cinta. Aku pun senyum melihat wajahnya.
Ibunya lalu berbicara denganku ...
"Fis, kenalakan ini Desi teman Fikri"
Aku teringat cerita dari suamiku bahwa teman baiknya pernah mencintainya, perempuan itu bernama Desi, dan dia sangat akrab dengan keluarga suamiku. Dan akhirnya aku bertemu dengan orangnya juga. Aku pun langsung berjabat tangan dengannya, tak banyak aku biacara di dalam ruangan, aku tak mengerti apa yg mereka bicarakan.
Aku sibuk membersihkan & mengobati luka - luka di kepala suamiku, baru sebentar aku membersihkan mukanya, tiba - tiba adik iparku yg bernama Dian mengajakku keluar, ia minta ditemani ke kantin. Dan suamiku pun mengijinkannya. Aku pun menemaninya.
Tapi ketika di luar adik ipar ku berkata "lebih baik kau pulang saja, Ada kami yg menjaga abang disini. Kau istirahat saja. "
Aku pun tak diperbolehkan berpamitan dengan suamiku dengan alasan abang harus banyak beristirahat, karena psikologisnya masih labil. Aku berdebat dengannya mengapa aku tidak boleh pamitan pada suamiku, tapi tiba - tiba ibu mertuaku datang menghampiriku dan ia mengatakan hal yg sama, ia akan memberi alasan pada suamiku mengapa aku pulang tak pamitan padanya, toh suamiku selalu menurut apa kata ibunya, baik ibunya salah suamiku tetap saja membenarkannya, akhirnya aku pun pergi meninggalkan rumah sakit itu dengan linangan air mata. Sejak saat itu aku tidak pernah diijinkan menjenguk suamiku sampai ia kembali dari rumah sakit. Dan aku hanya bisa menangis dlm kesendirianku. Menangis mengapa mereka sangat membenciku.
----------------------------------------------------------------------------
Hari itu, aku menangis tanpa sebab, yang ada di benakku aku takut kehilangannya, aku takut cintanya dibagi dengan yang lain. Pagi itu, pada saat aku membersihakn pekarang rumah kami, suamiku memanggil ku ke taman belakang, ia baru aja selesai sarapan, ia mengajakku duduk di ayunan favorit kami, sambil melihat ikan - ikan yang bertaburan di kolam air mancur itu.
“Bunda” Panggil suamiku.
Aku bertanya "Ada apa ayah memanggilku ?"
Ia berkata "Besok aku akan menjenguk keluargaku di Sabang "
Aku menjawab "Ia sayang aku tahu, aku sudah mengemasi barang - barangmu di travel bag dan ayah sudah pegang tiket bukan ?"
"Ya tapi aku tak akan lama disana, cuma 3 minggu aku disana, aku juga sdh lama tidak bertemu dengan keluarga besarku sejak kita menikah dan aku kan pulang dengan mamaku " Jawabnya tegas.
"Mengapa baru bicara, aku pikir hanya seminggu saja kamu disana ?" tanya ku balik kepada nya penuh dengan rasa penasaran dan sedikit rasa kecewa karena ia baru memberitahu rencana kepulanggannya itu, padahal aku bersusah payah mencarikan tiket pesawat untuknya.
"Mama minta aku yang menemaninya saat pulang nanti " jawabnya tegas.
"Sekarang aku ingin seharian dengan bunda, karena nanti kita 3 minggu tidak bertemu, ya kan ?" lanjut nya lagi sambil memelukku dan mencium keningku. Hatiku sedih, dengan keputusannya, tapi tak boleh aku tunjukkan padanya. Bahagianya aku, dimanja dengan suami yang penuh dengan rasa sayang & cintanya. Walau terkadang ia bersikap kurang adil terhadapku.
Aku hanya bisa tersenyum saja, padahal aku ingin bersama suamiku, tapi karena keluarganya tidak menyukaiku hanya karena mereka cemburu padaku karena suamiku sangat sayang padaku, aku memutuskan agar ia saja yg pergi, dan kami juga harus berhemat dalam pengeluaran anggaran rumah tangga kami. Karena ini acara sakral bagi keluarganya. Jadi seluruh keluarganya harus komplit, aku pun tak diperdulikan oleh keluarganya harus datang atau tidak, tidak hadir justru membuat mereka sangat senang, aku pun tak mau membuat riuh keluarga ini.
Malam sebelum kepergiannya, aku menangis sambil membereskan keperluannya yang akan dibawa ke Sabang, ia menatapku dan menghapus airmata yang jatuh dipipiku lalu aku peluk erat dirinya, hati ini bergumam seakan terjadi sesuatu, tapi aku tidak tahu apa yang akan terjadi. Aku hanya bisa menangis karena akan ditinggal pergi olehnya.
Aku tidak pernah di tinggal pergi selama ini, karena kami selalu bersama - sama kemana pun ia pergi. Apa mungkin aku sedih karena aku sendirian tidak punya teman, hanya pembantu saja teman ngobrolku. Hati ini sedih akan di tinggal pergi olehnya.
Sampai keesokan hari nya, aku menangis…menangisi kepergiannya. Aku tak tahu mengapa sesedih ini, perasaanku tak enak, tapi aku tak boleh berburuk sangka. Aku harus percaya pada suamiku. Dia pasti akan selalu menelponku.
-----------------------------------------------------------
Berjauhan dengan suamiku, sangat tidak nyaman, aku merasa sendiri. Untunglah aku mempunyai kesibukan sebagai seorang aktivis, jadi aku tak terlalu kesepian ditinggal pergi ke Sabang. Saat kami berhubungan jarak jauh, komunikasi kami buruk, saat ia di sana aku pun jatuh sakit..
Ia berkata "Besok aku akan menjenguk keluargaku di Sabang "
Aku menjawab "Ia sayang aku tahu, aku sudah mengemasi barang - barangmu di travel bag dan ayah sudah pegang tiket bukan ?"
"Ya tapi aku tak akan lama disana, cuma 3 minggu aku disana, aku juga sdh lama tidak bertemu dengan keluarga besarku sejak kita menikah dan aku kan pulang dengan mamaku " Jawabnya tegas.
"Mengapa baru bicara, aku pikir hanya seminggu saja kamu disana ?" tanya ku balik kepada nya penuh dengan rasa penasaran dan sedikit rasa kecewa karena ia baru memberitahu rencana kepulanggannya itu, padahal aku bersusah payah mencarikan tiket pesawat untuknya.
"Mama minta aku yang menemaninya saat pulang nanti " jawabnya tegas.
"Sekarang aku ingin seharian dengan bunda, karena nanti kita 3 minggu tidak bertemu, ya kan ?" lanjut nya lagi sambil memelukku dan mencium keningku. Hatiku sedih, dengan keputusannya, tapi tak boleh aku tunjukkan padanya. Bahagianya aku, dimanja dengan suami yang penuh dengan rasa sayang & cintanya. Walau terkadang ia bersikap kurang adil terhadapku.
Aku hanya bisa tersenyum saja, padahal aku ingin bersama suamiku, tapi karena keluarganya tidak menyukaiku hanya karena mereka cemburu padaku karena suamiku sangat sayang padaku, aku memutuskan agar ia saja yg pergi, dan kami juga harus berhemat dalam pengeluaran anggaran rumah tangga kami. Karena ini acara sakral bagi keluarganya. Jadi seluruh keluarganya harus komplit, aku pun tak diperdulikan oleh keluarganya harus datang atau tidak, tidak hadir justru membuat mereka sangat senang, aku pun tak mau membuat riuh keluarga ini.
Malam sebelum kepergiannya, aku menangis sambil membereskan keperluannya yang akan dibawa ke Sabang, ia menatapku dan menghapus airmata yang jatuh dipipiku lalu aku peluk erat dirinya, hati ini bergumam seakan terjadi sesuatu, tapi aku tidak tahu apa yang akan terjadi. Aku hanya bisa menangis karena akan ditinggal pergi olehnya.
Aku tidak pernah di tinggal pergi selama ini, karena kami selalu bersama - sama kemana pun ia pergi. Apa mungkin aku sedih karena aku sendirian tidak punya teman, hanya pembantu saja teman ngobrolku. Hati ini sedih akan di tinggal pergi olehnya.
Sampai keesokan hari nya, aku menangis…menangisi kepergiannya. Aku tak tahu mengapa sesedih ini, perasaanku tak enak, tapi aku tak boleh berburuk sangka. Aku harus percaya pada suamiku. Dia pasti akan selalu menelponku.
-----------------------------------------------------------
Berjauhan dengan suamiku, sangat tidak nyaman, aku merasa sendiri. Untunglah aku mempunyai kesibukan sebagai seorang aktivis, jadi aku tak terlalu kesepian ditinggal pergi ke Sabang. Saat kami berhubungan jarak jauh, komunikasi kami buruk, saat ia di sana aku pun jatuh sakit..
Rahimku sakit sekali seperti dililit oleh tali, tak tahan aku menhan rasa sakit dirahimku
ini, sampai - sampai aku mengalami pendarahan, aku dilarikan ke rumah sakit
oleh adik laki - lakiku yang kebetulan menemaniku disana. Dokter memvonis aku
terkena kanker mulut rahim stdium 3....
Aku menangis, apa yang bisa aku banggakan lagi, mertuaku akan semakin
menghinaku, suamiku yang malang , yang berharap akan punya keturunan dari
rahimku... Aku tak bisa memberikannya keturunan. Dan aku hanya memeluk adikku.
Aku kangen pada suamiku, aku menunggu ia pulang, kapan ia pulang, aku
tak tahu. Sementara suamiku disana, aku tidak tahu mengapa ia selalu marah -
marah jika menelponku, bagaimana aku akan cerita kondisiku jika ia selalu marah
- marah terhadapku.
Lebih baik aku tutupi dulu, dan aku juga tak mau membuatnya khawatir selama ia berada di Sabang. Lebih baik nanti saja ketika ia sudah pulang dari Sabang, aku akan cerita pada nya. Setiap hari aku menanti suami ku pulang, hari demi hari aku hitung....
Sudah 3 minggu suamiku di Sabang, malam itu ketika aku sedang melihat foto - foto kami, ponselku berbunyi, menandakan ada sms yang masuk. Ku buka di inbox ponselku, ternayta dari suamiku yang sms, ia menulis "aku sudah beli tiket untuk pulang, aku pulangnya satu hari lagi, nanti aku kabarin lagi bun".
Hanya itu saja yang diinfokannya, aku ingin marah, tapi aku pendam saja ego yang tidak baik ini. Hari yg aku tunggu pun tiba, aku menantinya di rumah. Sebagai seorang istri, aku pun berdandan yang cantik dan memakai parfum kesukaannya untuk menyambut suamiku pulang, dan aku akan menyelesaikan masalah komunikasi kami yg buruk akhir - akhir ini.
Bel pun berbunyi, kubuka kan pintu untuknya ia pun mengucap salam, sebelum masuk aku pegang tangannya ke depan teras, ia tetap berdiri, aku membungkuk untuk melepaskan sepatu, kaos kaki dan ku cuci kedua kakinya, aku tak mau ada syaithan yang masuk ke dalam rumah kami, setelah itu aku pun berdiri langsung mencium tangannya tapi apa reaksinya ??
Masya Allah ia tidak mencium keningku, ia langsung naik keatas, ia langsung mandi dan tidur,tanpa bertanya kabarku. Aku hanya berpikiran, mungkin dia capek. Aku pun segera merapikan bawaannya sampai aku pun tertidur. Malam menunjukkan 1/3 malam, mengingatkan aku pada tempat mengadu yaitu Allah, Sang Maha Pencipta. Biasanya kami selalu berjama'ah, tapi karena melihatnya tidur sangat pulas, aku tak tega membangunkannya, aku mengelus mukanya, aku cium keningnya, lalu aku sholat tahajud 8 rakaat plus witir 3 raka'at.
--------------------------------------------------------------------
Aku mendengar suara mobinya, aku terbangun lalu aku liat dia dari balkon kamar kami dia bersiap - siap untuk pergi, aku memanggil nya tapi ia tak mendengar, lalu aku langsung ambil jilbabku, aku lari dari atas ke bawah tanpa memperdulikan darah yg bercecer dari rahimku, aku mengejarnya tapi ia begitu cepat pergi, ada apa dengan suamiku...mengapa ia sangat aneh terhadapku ?
Aku tidak bisa diam begitu saja firasatku ada sesuatu. Saat itu juga aku langsung menelpon kerumah mertuaku, kebetulan Dian yang angkat telpon nya, aku bercerita dan aku bertanya apa yang terjadi dengan suamiku. Dengan enteng ia menjawab "Loe pikir aja sendiri !!!" telpon pun langsung terputus.
Ada apa ini ? Tanya hatiku penuh dalam kecemasan. Mengapa suamiku berubah setelah ia pulang dari kota kelahirannya. Mengapa ia tak mau berbicara padaku, apalagi memanjakan ku.
Semakin hari ia menjadi orang yang pendiam, seakan ia telah melepas tanggung jawabnya sebagai seorang suami, kami berbicara seperlunya saja, aku selalu di introgasinya, aku dari mana dan mengapa pulang terlambat, ia bertanya dengan nada yg keras, suamiku telah berubah.
Bahkan yang membuat ku kaget, aku pernah di tuduh nya berzina dengan mantan pacarku. Ingin rasanya aku menampar suamiku yang telah menuduhku serendah itu, tapi aku selalu ingat, sebagaimana pun salahnya seorang suami, status suami tetap di atas para istri, itu yang aku pegang, aku hanya berdo'a agar suamiku sadar akan prilakunya.
*******
2 Tahun berlalu, suamiku tak berubah juga, aku menangis tiap malam, lelah menanti seperti ini, kami seperti orang asing yang baru saja kenal, kemesraan yang kami ciptakan dulu telah sirna, walaupun kondisinya tetap seperti itu, aku tetap merawatnya & menyiapi segala yang ia perlukan. Penyakitku pun masih aku simpan dengan baik dan ia tak pernah bertanya obat apa yang aku minum. Kebahagiaan ku telah sirna, harapan menjadi ibu pun telah aku pendam. Aku tak tahu kapan ini semua akan berakhir.
Bersyukurlah, aku punya penghasilan sendiri dari aktifitasku sebagai seorang guru ngaji jadi aku tak perlu repot - repot meminta uang pada nya hanya untuk pengobatan kankerku. Aku pun hanya berobat semampuku
Sungguh suami yang dulu aku puja, aku banggakan sekarang telah menjadi orang asing, setiap aku tanya ia selalu meyuruhku untuk berpikir sendiri. Tiba - tiba saja malam itu, setelah makan malam selesai, suamiku memanggilku.
"ya ada apa Yah !" sahutku dengan memanggil nama kesayangannya "Ayah"
"Lusa kita siap - siap ke Sabang ya !" Jawabnya tegas
" Ada apa ?" Mengapa ?" sahutku penuh dengan keheranan
Astaghfirullah. ..suami ku yang dulu lembut menjadi kasar, diya mebentakku, tak ada lagi diskusi anatara kami.
Dia mengatakan " Kau ikut saja jgn byk tanya !!! "
Aku pun lalu mengemasi barang - barang yang akan dibawa ke Sabang sambil menangis,sedih karena suamiku yang tak ku kenal lagi.
2 Tahun pacaran, 5 tahun kami menikah dan sudah 2 tahun pula ia menjadi orang asing buat ku. Ku lihat kamar kami yg dulu hangat penuh cinta yang dihiasi foto pernikahan kami sekarang menjadi dingin, sangat dingin dari batu es. Aku menangis dengan kebingungan ini. Ingin rasanya aku berontak tapi aku tak bisa, suamiku tak suka dengan wanita yang kasar, ngomong dengan nada tinggi, suka membanting barang - barang, dia bilang perbuatan itu menunjukkan ketidakhormatan kedapanya. Aku hanya bisa bersabar menantinya bicara dan sabar mengobati penyakitku ini sendiri.
Kami telah sampai di Sabang, aku masih merasa lelah karena semalaman aku tidak tidur, karena terus berpikir. Keluarga besar nya telah berkumpul disana, termasuk ibu & adik - adiknya, aku tidak tahu ada acara apa ini. Aku dan suamiku pun masuk ke kamar kami. Suamiku tak betah didalam kamar tua itu, ia pun keluar bergabung dengan keluarga besarnya.
Baru saja aku membongkar koper kami dan ingin memasukkannya ke dlm lemari tua yg berada di dekat pintu kamar, lemari tua itu telah ada sebelum suamiku lahir. Tiba - tiba Tante Lia, tante yang sangat baik pada ku memanggil ku untuk segera berkumpul diruang tangah, aku pun ke ruang keluarga yag berada di tengah rumah besar itu, rumah zaman peninggalan belanda diaman langit - langit nya lebih dari 4 meter. aku duduk disamping suamiku, suamiku menunduk penuh dengan kebisuan, aku tak berani bertanya pada nya, tiba - tiba saja neneknya, orang yang dianggap paling tua dan paling berhak atas semuanya membuka pembicaraan.
"Baiklah,karena kalian telah berkumpul, nenek ingin bicara dengan kau Fisha ! " Nenek nya bicara sangat tegas.. Dengan sorot mata yang tajam.
" Ada apa ya Nek ?" sahutku dengan penuh tanya..
Nenek pun menjawab " Kau telah gabung dengan keluarga kami hampir 8 tahun, sampai saat ini kami tak melihat tanda - tanda kehamilan yang sempurna, sebab selama ini kau selalu keguguran !!'
Aku menangis, untuk inikah aku diundang ke mari, untuk dihina atau di pisahkan dengan suamiku.
"Sebenarnya kami sudah punya calon untuk Fikri, dari dulu, sebelum kau menikah dengannya, tapi Fikri anak yang keras kepala, tak mau di atur, dan akhirnya menikahlah ia dengaa kau." Neneknya berbicara sangat lantang, mungkin logat orang Sabang seperti itu semua.
Aku hanya bisa tersenyum dan melihat wajah suamiku yang kosong matanya.
"Dan aku dengar dari ibu mertua mu kau pun sudah berkenalan dengannya" Neneknya masih melanjutkan pembicaraan itu. Sedangkan suamikku hanya diam saja, tapi aku lihat air matanya. Ingin aku peluk suamiku agar ia kuat dengan semua ini, tapi aku tak punya keberanian.
Nenek nya masih saja berbicara panjang lebar dan yang terakhir dari pembicaraannya ialah dengan wajah yang sangat menantang ia berkata " kau mau nya gimana ? kau di madu atau diceraikan ?"
Masya Allah...... kuat kan hati ini, aku ingin jatuh pingsan, hati ini seakan remuk mendengar nya, hancur hati ku, mengapa keluarganya bersikap seperti ini terhadapku..
Lebih baik aku tutupi dulu, dan aku juga tak mau membuatnya khawatir selama ia berada di Sabang. Lebih baik nanti saja ketika ia sudah pulang dari Sabang, aku akan cerita pada nya. Setiap hari aku menanti suami ku pulang, hari demi hari aku hitung....
Sudah 3 minggu suamiku di Sabang, malam itu ketika aku sedang melihat foto - foto kami, ponselku berbunyi, menandakan ada sms yang masuk. Ku buka di inbox ponselku, ternayta dari suamiku yang sms, ia menulis "aku sudah beli tiket untuk pulang, aku pulangnya satu hari lagi, nanti aku kabarin lagi bun".
Hanya itu saja yang diinfokannya, aku ingin marah, tapi aku pendam saja ego yang tidak baik ini. Hari yg aku tunggu pun tiba, aku menantinya di rumah. Sebagai seorang istri, aku pun berdandan yang cantik dan memakai parfum kesukaannya untuk menyambut suamiku pulang, dan aku akan menyelesaikan masalah komunikasi kami yg buruk akhir - akhir ini.
Bel pun berbunyi, kubuka kan pintu untuknya ia pun mengucap salam, sebelum masuk aku pegang tangannya ke depan teras, ia tetap berdiri, aku membungkuk untuk melepaskan sepatu, kaos kaki dan ku cuci kedua kakinya, aku tak mau ada syaithan yang masuk ke dalam rumah kami, setelah itu aku pun berdiri langsung mencium tangannya tapi apa reaksinya ??
Masya Allah ia tidak mencium keningku, ia langsung naik keatas, ia langsung mandi dan tidur,tanpa bertanya kabarku. Aku hanya berpikiran, mungkin dia capek. Aku pun segera merapikan bawaannya sampai aku pun tertidur. Malam menunjukkan 1/3 malam, mengingatkan aku pada tempat mengadu yaitu Allah, Sang Maha Pencipta. Biasanya kami selalu berjama'ah, tapi karena melihatnya tidur sangat pulas, aku tak tega membangunkannya, aku mengelus mukanya, aku cium keningnya, lalu aku sholat tahajud 8 rakaat plus witir 3 raka'at.
--------------------------------------------------------------------
Aku mendengar suara mobinya, aku terbangun lalu aku liat dia dari balkon kamar kami dia bersiap - siap untuk pergi, aku memanggil nya tapi ia tak mendengar, lalu aku langsung ambil jilbabku, aku lari dari atas ke bawah tanpa memperdulikan darah yg bercecer dari rahimku, aku mengejarnya tapi ia begitu cepat pergi, ada apa dengan suamiku...mengapa ia sangat aneh terhadapku ?
Aku tidak bisa diam begitu saja firasatku ada sesuatu. Saat itu juga aku langsung menelpon kerumah mertuaku, kebetulan Dian yang angkat telpon nya, aku bercerita dan aku bertanya apa yang terjadi dengan suamiku. Dengan enteng ia menjawab "Loe pikir aja sendiri !!!" telpon pun langsung terputus.
Ada apa ini ? Tanya hatiku penuh dalam kecemasan. Mengapa suamiku berubah setelah ia pulang dari kota kelahirannya. Mengapa ia tak mau berbicara padaku, apalagi memanjakan ku.
Semakin hari ia menjadi orang yang pendiam, seakan ia telah melepas tanggung jawabnya sebagai seorang suami, kami berbicara seperlunya saja, aku selalu di introgasinya, aku dari mana dan mengapa pulang terlambat, ia bertanya dengan nada yg keras, suamiku telah berubah.
Bahkan yang membuat ku kaget, aku pernah di tuduh nya berzina dengan mantan pacarku. Ingin rasanya aku menampar suamiku yang telah menuduhku serendah itu, tapi aku selalu ingat, sebagaimana pun salahnya seorang suami, status suami tetap di atas para istri, itu yang aku pegang, aku hanya berdo'a agar suamiku sadar akan prilakunya.
*******
2 Tahun berlalu, suamiku tak berubah juga, aku menangis tiap malam, lelah menanti seperti ini, kami seperti orang asing yang baru saja kenal, kemesraan yang kami ciptakan dulu telah sirna, walaupun kondisinya tetap seperti itu, aku tetap merawatnya & menyiapi segala yang ia perlukan. Penyakitku pun masih aku simpan dengan baik dan ia tak pernah bertanya obat apa yang aku minum. Kebahagiaan ku telah sirna, harapan menjadi ibu pun telah aku pendam. Aku tak tahu kapan ini semua akan berakhir.
Bersyukurlah, aku punya penghasilan sendiri dari aktifitasku sebagai seorang guru ngaji jadi aku tak perlu repot - repot meminta uang pada nya hanya untuk pengobatan kankerku. Aku pun hanya berobat semampuku
Sungguh suami yang dulu aku puja, aku banggakan sekarang telah menjadi orang asing, setiap aku tanya ia selalu meyuruhku untuk berpikir sendiri. Tiba - tiba saja malam itu, setelah makan malam selesai, suamiku memanggilku.
"ya ada apa Yah !" sahutku dengan memanggil nama kesayangannya "Ayah"
"Lusa kita siap - siap ke Sabang ya !" Jawabnya tegas
" Ada apa ?" Mengapa ?" sahutku penuh dengan keheranan
Astaghfirullah. ..suami ku yang dulu lembut menjadi kasar, diya mebentakku, tak ada lagi diskusi anatara kami.
Dia mengatakan " Kau ikut saja jgn byk tanya !!! "
Aku pun lalu mengemasi barang - barang yang akan dibawa ke Sabang sambil menangis,sedih karena suamiku yang tak ku kenal lagi.
2 Tahun pacaran, 5 tahun kami menikah dan sudah 2 tahun pula ia menjadi orang asing buat ku. Ku lihat kamar kami yg dulu hangat penuh cinta yang dihiasi foto pernikahan kami sekarang menjadi dingin, sangat dingin dari batu es. Aku menangis dengan kebingungan ini. Ingin rasanya aku berontak tapi aku tak bisa, suamiku tak suka dengan wanita yang kasar, ngomong dengan nada tinggi, suka membanting barang - barang, dia bilang perbuatan itu menunjukkan ketidakhormatan kedapanya. Aku hanya bisa bersabar menantinya bicara dan sabar mengobati penyakitku ini sendiri.
Kami telah sampai di Sabang, aku masih merasa lelah karena semalaman aku tidak tidur, karena terus berpikir. Keluarga besar nya telah berkumpul disana, termasuk ibu & adik - adiknya, aku tidak tahu ada acara apa ini. Aku dan suamiku pun masuk ke kamar kami. Suamiku tak betah didalam kamar tua itu, ia pun keluar bergabung dengan keluarga besarnya.
Baru saja aku membongkar koper kami dan ingin memasukkannya ke dlm lemari tua yg berada di dekat pintu kamar, lemari tua itu telah ada sebelum suamiku lahir. Tiba - tiba Tante Lia, tante yang sangat baik pada ku memanggil ku untuk segera berkumpul diruang tangah, aku pun ke ruang keluarga yag berada di tengah rumah besar itu, rumah zaman peninggalan belanda diaman langit - langit nya lebih dari 4 meter. aku duduk disamping suamiku, suamiku menunduk penuh dengan kebisuan, aku tak berani bertanya pada nya, tiba - tiba saja neneknya, orang yang dianggap paling tua dan paling berhak atas semuanya membuka pembicaraan.
"Baiklah,karena kalian telah berkumpul, nenek ingin bicara dengan kau Fisha ! " Nenek nya bicara sangat tegas.. Dengan sorot mata yang tajam.
" Ada apa ya Nek ?" sahutku dengan penuh tanya..
Nenek pun menjawab " Kau telah gabung dengan keluarga kami hampir 8 tahun, sampai saat ini kami tak melihat tanda - tanda kehamilan yang sempurna, sebab selama ini kau selalu keguguran !!'
Aku menangis, untuk inikah aku diundang ke mari, untuk dihina atau di pisahkan dengan suamiku.
"Sebenarnya kami sudah punya calon untuk Fikri, dari dulu, sebelum kau menikah dengannya, tapi Fikri anak yang keras kepala, tak mau di atur, dan akhirnya menikahlah ia dengaa kau." Neneknya berbicara sangat lantang, mungkin logat orang Sabang seperti itu semua.
Aku hanya bisa tersenyum dan melihat wajah suamiku yang kosong matanya.
"Dan aku dengar dari ibu mertua mu kau pun sudah berkenalan dengannya" Neneknya masih melanjutkan pembicaraan itu. Sedangkan suamikku hanya diam saja, tapi aku lihat air matanya. Ingin aku peluk suamiku agar ia kuat dengan semua ini, tapi aku tak punya keberanian.
Nenek nya masih saja berbicara panjang lebar dan yang terakhir dari pembicaraannya ialah dengan wajah yang sangat menantang ia berkata " kau mau nya gimana ? kau di madu atau diceraikan ?"
Masya Allah...... kuat kan hati ini, aku ingin jatuh pingsan, hati ini seakan remuk mendengar nya, hancur hati ku, mengapa keluarganya bersikap seperti ini terhadapku..
Aku selalu munutupi masalah ini dari kedua orang tuaku yang tinggal di
pulau kayu tersebut, mereka mengira aku sangat bahagia 2 tahun belakangan ini.
"Fish, jawab !! " Dengan tegas Ibunya langsung memintaku untuk menjawab
Aku langsung memegang tangan suamiku, dengan tangan yang dingin dan gemetar aku menjawab dengan tegas. "Walaupun aku tidak bisa berdiskusi dulu dengan imamku, tapi aku dapat berdiskusi dengannya melalui bathiniah, untuk kebaikan dan masa depan keluarga ini, aku akan menyambut baik seorang wanita baru dirumah kami."
Itu yang aku jawab, dengan kata lain aku rela cinta ku di bagi, pada saat itu juga suami ku memandangku dengan tetesan air mata, tapi air mata ku tak sedikit pun menetes di hadapan mereka.
Aku lalu bertanya kepada suami ku, "Ayah siapakah yang akan menjadi sahabat ku dirumah kita nanti Yah?”
Suamiku menjawab "Dia Desi ! "
Aku pun langsung menarik napas dan langsung berbicara "Kapan pernikahan nya berlangsung ? Apa yang harus saya siapkan dalam pernikahan ini Nek?"
Ayah mertuaku menjawab "Pernikahannya 2 minggu lagi."
"Baiklah kalo begitu saya akan menelpon pembantu di rumah, untuk menyuruh nya mengurus KK kami ke kelurahan besok" setelah berbicara seperti itu aku permisi untuk pamit ke kamar.
Tak tahan lagi, air mata ini akan turun, aku berjalan sangat cepat, aku buka pintu kamar, aku langsung duduk di tempat tidur. Ingin berteriak, tapi aku sendiri disini. Tak kuat rasanya menerima hal ini, cintaku telah dibagi, sakit, diiringi akutnya penyakitku. Apakah karena ini suamiku menjadi orang yang asing selama 2 tahun belakangan ini ?
Aku berjalan menuju ke meja rias, ku buka jilbabku, aku bercermin sudah tidak cantikkah aku ini, ku ambil sisirku, aku menyisiri rambutku yang setiap hari rontok, ku lihat wajahku, ternyata aku memang sudah tidak cantik lagi, rambutku sudah hampir habis, kepalaku sudah botak dibagian tengahnya.
Tiba - tiba pintu kamar ini terbuka, ternyata suami ku datang, ia berdiri dibelakangku, tak kuhapus air mata ini aku langsung memandangnya dari cermin meja rias itu.
Kami diam sejenak, lalu aku mulai pembicaraan "terimah kasih ayah, kamu memberi sahabat kepada ku, jadi aku tak perlu sedih lagi saat ditinggal pergi kamu nanti! Iya kan ?"
Suami ku mengangguk sambil melihat kepalaku tapi tak sedikitpun ia tersenyum dan bertanya knp rambutku rontok, dia hanya mengatakan jangan salah memakai shampo, dalam hati ku mengapa ia sangat cuek? Ia sudah tak memanjakan ku lagi.. Lalu dia bilang bilang "sudah malam, kita istirahat yuk"!
"Aku sholat Isya dulu baru aku tidur" jawab ku tenaang.
Dalam sholat, dalam tidur aku menangis, ku hitung waktu, kapan aku akan berbagi suami dengannya. Aku pun ikut sibuk mengurusi pernikahan suamiku. Aku tak tahu kalo Desi orang Sabang juga. Sudahlah ini mungkin takdirku. Aku ingin suamiku kembali seperti dulu, yang sangat memanjakan aku, diamana rasa sayang dan cintanya itu.
-----------------------------------------------------------------------
Malam sebelum hari pernikahan suamiku, aku menulis curahan hatiku di laptopku. Di laptop aku menulis saat - saat terakhirku melihat suamiku, aku marah pada suamiku yang telah menelantarkanku. Aku menangis melihat suamiku yang tidur pulas, apa salahku sampai ia berlaku kejam kepada ku. Aku save di my document yang bertitle "Aku mencintaimu Suamiku"
Hari pernikahan telah tiba, aku telah siap, tapi aku tak sanggup untuk keluar, aku berdiri didekat jendela, aku melihat matahari, mungkin aku takkan bisa melihat sinarnya lagi. Aku berdiri sangat lama, lalu suamiku yang telah siap dengan pakaian pengantinnya masuk dan berbicara padaku.
"Apakah kamu sudah siap ?"
Kuhapus airmata yang menetes diwajahku sambil berkata :
"Nanti jika ia telah sah jadi istrimu, ketika kamu membawa ia masuk ke dalam rumah ini, cucilah kaki nya sebagaimana kamu mencuci kaki ku dulu, lalu ketika kalian masuk ke dalam kamar pengantin bacakan do'a di ubun - ubunya sebagaimana yang kamu lakukan pada ku dulu lalu setelah itu....." tak sanggup aku ingin meneruskan pembicaraan ini, aku ingin menagis meledak
Tiba - tiba suamiku menjawab "lalu apa Bunda ?"
Aku kaget mendengar kata itu, yang tadinya aku menunduk, aku langsung menatapnya dengan mata yang berbinar - binar. "…….bisa kamu ulangi apa yang kamu ucapkan barusan ?" pinta ku tuk menyakini bahwa kuping ini tidak salah mendengar.
Dia mengangguk dan berkata "Baik bunda akan ayah ulangi, lalu apa bunda ?" sambil ia menghelus wajah dan menghapus airmataku, dia agak sidikit membungkuk karena dia sangat tinggi, aku hanya sedada nya saja.
Dia tersenyum, sambil berkata " Kita liat saja nanti ya!" dia memelukku dan berkata, "bunda adalah wanita yang paling kuat yang ayah temui selain mama" lalu ia mencium keningku.
Aku langsung memeluk nya erat dan berkata "Ayah, apakah ini akan segera berakhir? Ayah kemana saja? Mengapa ayah berubah? Aku kangen sama ayah? Aku kangen belaian kasih sayang ayah? Aku kangen dengan manjanya ayah? Aku kesepian ayah? Dan satu hal lagi yang harus ayah tau bahwa aku tidak pernah berzinah! Dulu waktu awal kita pacaran, aku memang belum bisa melupakannya, setelah 4 bulan bersama ayah baru bisa aku terima, jika yang dihadapanku itu adalah lelaki yang aku cari. Bukan bearti aku pernah berzina ayah.” Aku langsung bersujud di kakinya dan muncium kaki imamku sambil berkata "Aku minta maaf ayah, telah membuatmu susah"
Saat itu juga, diangkatnya badanku, ia hanya menangis.
Ia memelukku sangat lama, 2 tahun aku menanti dirinya kembali.
Tiba - tiba perutku sakit, ia menyadari bahwa ada yang tidak beres dengan ku, dan ia bertanya "bunda baik -baik saja kan" tanya nya dengan penuh khawatir.
aku pun menjawab, “bisa memeluk dan melihat kamu kembali seperti dulu itu sudah mebuatku baik Yah" aku tak bisa bicara sekarang. Karena dia akan menikah. Aku tak mau buat diya khawatir. Dia harus khusyu menjalani acara prosesi akad nikah tersebut.
Setelah tiba dimasjid, ijab qabul pun dimulai. Aku duduk di sebrang suamiku.
Aku melihat suamiku duduk berdampingan dengan perempuan itu membuat hati ini cemburu, ingin berteriak mengatakn "Ayah Jangan" tapi aku ingat akan kondisi ku.
Jantung ini berdebar kencang, ketika mendengar ijab qabul tersebut. Begitu ijab qabul selesai, aku menarik napas panjang, Tante Lia, tante yang baik itu, memelukku. Dalam hati aku berusaha untuk menguatkan hati ini, ya, aku kuat. Tak sanggup aku melihat mereka duduk bersanding di pelaminan. Orang - orang yang hadir di acara resepsi itu iba melihatku, mereka melihatku sangat aneh, wajahku yang selalu tersenyum tapi hatiku menangis.
Sampai dirumah, suamiku langsung masuk ke dalam rumah begitu saja, tak mencuci kaki nya. Aku sangat heran dengan prilaku nya. Apa iya, dia tidak suka dengan pernikahan ini? Sementara itu Desi sambut hangat di dalam keluarga suamiku,tak seperti aku yang di musuhinya.
Malam ini aku tak bisa tidur, bagaimana bisa !! Suamiku akan tidur dengan perempuan yang sangat aku cemburui. Aku tak tau apa yang mereka lakukan didalam.
1/3 malam, pada saat aku ingin sholat lail aku keluar untuk berwudhu, aku melihat ada lelaki yang mirip suamiku tidur disofa ruang tengah, ku dekati lalu ku lihat.... Masya Allah, suamiku tak tidur dengannya,ia tidur disofa, aku duduk disofa itu sambil menghelus mukanya yang lelah, tiba - tiba ia memegang tangan kiriku, tentu saja aku kaget.
"Kamu datang ke sini, aku pun tau " ia langsung berkata seperti itu, aku tersenyum dan megajaknya sholat lail. Setelah sholat lail, ia mengatakan "maafkan aku, aku tak boleh menyakitimu, kamu menderita karena ego nya aku. Besok kita pulang ke Jakarta, biar Desi pulang denagn mama, papa Dan juga adik - adikku"
Aku menatapnya dengan penuh keheranan. Tapi ia langsung mengajakku untuk istirahat. Saat tidur ia memelukku sangat erat. Aku tersenyum saja, sudah lama ini tidak terjadi. Ya Allah, apakah Engkau akan menyuruh malaikat maut untuk mengambil nyawaku sekarang ini, aku telah meresakan kehadirannya saat ini. Tapi masih bisakah engaku ijinkan aku untuk mersakan kehangatan dari suamiku yang telah hilang selama 2 tahun ini.
Suamiku berbisik, "Bunda kok kurus ?"
Aku menangis dalam kebisuan. Pelukannya masih bisa aku rasakan.
Aku pun berkata "Ayah kenapa tidak tidur dengan Desi ?"
"Aku kangen sama kamu Bunda. Aku tak mau menyakitimu lagi, kamu sudah terluka oleh sikapku yang egois," dengan lembut suamiku menjawab seperti itu.
Lalu suamiku berkata, "Bun, ayah minta maaf telah menelantarkan bunda... Selama ayah di Sabang, ayah dengar kalo bunda tidak tulus mencintai ayah, bunda seperti mengejar sesuatu, seperti harta ayah, dan satu lagi ayah pernah melihat sms bunda dengan mantan pacar bunda dimana isinya klo bunda gk mw berbuat seperti itu, dan seperti itu di beri tanda kutip ( "seperti itu" ), ayah ingin ngomong tapi takut bunda tersinggung, dan ayah berpikir klo bunda pernah tidur dengannya sebelum bunda bertemu ayah, terus ayah dimarahi oleh keluar ayah karena ayah terlalu memanjakan bunda "
Hati ini sakit ketika difitnah oleh suamiku, ketika tidak ada kepercayaan didirinya, hanya karena omongan keluarganya, yang tidak pernah melihat betapa tulusnya aku mencintai pasangan seumur hidupku ini.
Aku hanya menjawab "Aku sudah ceritakan itu kan Yah, akutidak pernah berzinah, dan aku mencintaimu setulus hatiku, jika aku hanya mengejar hartamu, mengapa kamu, banyak lelaki yang lebih mapan darimu waktu itu Yah. Jika aku hanya mengejar hartamu, aku tak mungkin setiap hari menangis karena menderita mencintaimu.
Entah aku harus bahagia atau aku harus sedih karena sahabatku sendirian di kamar pengantin itu. Malam itu, aku menyelesaikan masalahku dengan suamiku dan berusaha memaafkannya beserta sikap keluaraganya juga. Karna aku tak mau mati dalam hati yang penuh denagn rasa benci.
--------------------------------------------------------
Keesokan harinya..... .....
Katika aku ingin bangun untuk mengambil wudhu, kepalaku pusing, rahimku sakit sekali..aku pendarahan.. suamiku kaget. Suamiku kaget bukan main, ia langsung menggendongku. Aku pun dilarikan ke rumah sakit. Jauh sekali aku mendengar suara zikir suamiku. Aku merasakan tanganku basah. Ketika kubuka mata ini, kulihat wajah suamiku penuh dengan rasa kekhawatiran.
Ia menggenggam tanganku dengan erat.. Dan mengatakan " Bunda, Ayah minta maaf , , !!"
Berapa kali ia mengucapkan hal itu. Dalam hati ku, apa ia tahu apa yang terjadi padaku.
Aku berkata dengan suara yang lirih " Yah....Bunda ingin pulang, bunda ingin bertemu kedua orang tua bunda, anterin bunda kesana ya Yah...."
"Ayah jangan berubah lagi ya !!! Janji ya Yah... !!! Bunda sayang banget sama Ayah "
Tiba - tiba saja kakiku sakit sangat sakit, sakit nya semakin keatas, kakiku sudah tak bisa bergerak lagi, aku tak kuat lagi memegang tangan suamiku, kulihat wajahnya yang tampan, linangan air matanya.
Sebelum mata ini tertutup ku lafazkan kalimat syahadat dan ditutup denagn kalimat tahlil.
*********************************************************
Aku bahagia melihat suamiku punya pengganti diriku. Aku bahagia selalu melayaninya dalam suka dan duka. Menemaninya dalam ketika ia mengalami kesulitan dari kami pacran samapai kami menikah.
Aku bahagia bersuamikan dia. Dia adalah nafas ku.
Untuk Ibu mertuaku : "Maafkan aku telah hadir didalam kehidupan anakmu sampai aku hidup didalam hati anakmu. Ketahuilah Ma, dari dulu aku selalu berdo'a agar Mama merestui hubungan kami. Mengapa engkau fitnah diriku didepan suamiku, apa engkau punya bukti nya Ma. Mengapa engkau sangat cemburu padaku Ma ? Fikri tetap milikmu Ma, aku tak pernah menyuruhnya untuk durhaka kepadamu, dari dulu aku selalu mengerti apa yang kamu inginkan dari anakmu, tapi mengapa kau benci diriku. Dengan Desi kau sangat baik tetapi dengan ku, menantumu kau bersikap sebaliknya."
*********************************************************
Setelah ku buka laptop,ku baca curhatan istriku
"Fish, jawab !! " Dengan tegas Ibunya langsung memintaku untuk menjawab
Aku langsung memegang tangan suamiku, dengan tangan yang dingin dan gemetar aku menjawab dengan tegas. "Walaupun aku tidak bisa berdiskusi dulu dengan imamku, tapi aku dapat berdiskusi dengannya melalui bathiniah, untuk kebaikan dan masa depan keluarga ini, aku akan menyambut baik seorang wanita baru dirumah kami."
Itu yang aku jawab, dengan kata lain aku rela cinta ku di bagi, pada saat itu juga suami ku memandangku dengan tetesan air mata, tapi air mata ku tak sedikit pun menetes di hadapan mereka.
Aku lalu bertanya kepada suami ku, "Ayah siapakah yang akan menjadi sahabat ku dirumah kita nanti Yah?”
Suamiku menjawab "Dia Desi ! "
Aku pun langsung menarik napas dan langsung berbicara "Kapan pernikahan nya berlangsung ? Apa yang harus saya siapkan dalam pernikahan ini Nek?"
Ayah mertuaku menjawab "Pernikahannya 2 minggu lagi."
"Baiklah kalo begitu saya akan menelpon pembantu di rumah, untuk menyuruh nya mengurus KK kami ke kelurahan besok" setelah berbicara seperti itu aku permisi untuk pamit ke kamar.
Tak tahan lagi, air mata ini akan turun, aku berjalan sangat cepat, aku buka pintu kamar, aku langsung duduk di tempat tidur. Ingin berteriak, tapi aku sendiri disini. Tak kuat rasanya menerima hal ini, cintaku telah dibagi, sakit, diiringi akutnya penyakitku. Apakah karena ini suamiku menjadi orang yang asing selama 2 tahun belakangan ini ?
Aku berjalan menuju ke meja rias, ku buka jilbabku, aku bercermin sudah tidak cantikkah aku ini, ku ambil sisirku, aku menyisiri rambutku yang setiap hari rontok, ku lihat wajahku, ternyata aku memang sudah tidak cantik lagi, rambutku sudah hampir habis, kepalaku sudah botak dibagian tengahnya.
Tiba - tiba pintu kamar ini terbuka, ternyata suami ku datang, ia berdiri dibelakangku, tak kuhapus air mata ini aku langsung memandangnya dari cermin meja rias itu.
Kami diam sejenak, lalu aku mulai pembicaraan "terimah kasih ayah, kamu memberi sahabat kepada ku, jadi aku tak perlu sedih lagi saat ditinggal pergi kamu nanti! Iya kan ?"
Suami ku mengangguk sambil melihat kepalaku tapi tak sedikitpun ia tersenyum dan bertanya knp rambutku rontok, dia hanya mengatakan jangan salah memakai shampo, dalam hati ku mengapa ia sangat cuek? Ia sudah tak memanjakan ku lagi.. Lalu dia bilang bilang "sudah malam, kita istirahat yuk"!
"Aku sholat Isya dulu baru aku tidur" jawab ku tenaang.
Dalam sholat, dalam tidur aku menangis, ku hitung waktu, kapan aku akan berbagi suami dengannya. Aku pun ikut sibuk mengurusi pernikahan suamiku. Aku tak tahu kalo Desi orang Sabang juga. Sudahlah ini mungkin takdirku. Aku ingin suamiku kembali seperti dulu, yang sangat memanjakan aku, diamana rasa sayang dan cintanya itu.
-----------------------------------------------------------------------
Malam sebelum hari pernikahan suamiku, aku menulis curahan hatiku di laptopku. Di laptop aku menulis saat - saat terakhirku melihat suamiku, aku marah pada suamiku yang telah menelantarkanku. Aku menangis melihat suamiku yang tidur pulas, apa salahku sampai ia berlaku kejam kepada ku. Aku save di my document yang bertitle "Aku mencintaimu Suamiku"
Hari pernikahan telah tiba, aku telah siap, tapi aku tak sanggup untuk keluar, aku berdiri didekat jendela, aku melihat matahari, mungkin aku takkan bisa melihat sinarnya lagi. Aku berdiri sangat lama, lalu suamiku yang telah siap dengan pakaian pengantinnya masuk dan berbicara padaku.
"Apakah kamu sudah siap ?"
Kuhapus airmata yang menetes diwajahku sambil berkata :
"Nanti jika ia telah sah jadi istrimu, ketika kamu membawa ia masuk ke dalam rumah ini, cucilah kaki nya sebagaimana kamu mencuci kaki ku dulu, lalu ketika kalian masuk ke dalam kamar pengantin bacakan do'a di ubun - ubunya sebagaimana yang kamu lakukan pada ku dulu lalu setelah itu....." tak sanggup aku ingin meneruskan pembicaraan ini, aku ingin menagis meledak
Tiba - tiba suamiku menjawab "lalu apa Bunda ?"
Aku kaget mendengar kata itu, yang tadinya aku menunduk, aku langsung menatapnya dengan mata yang berbinar - binar. "…….bisa kamu ulangi apa yang kamu ucapkan barusan ?" pinta ku tuk menyakini bahwa kuping ini tidak salah mendengar.
Dia mengangguk dan berkata "Baik bunda akan ayah ulangi, lalu apa bunda ?" sambil ia menghelus wajah dan menghapus airmataku, dia agak sidikit membungkuk karena dia sangat tinggi, aku hanya sedada nya saja.
Dia tersenyum, sambil berkata " Kita liat saja nanti ya!" dia memelukku dan berkata, "bunda adalah wanita yang paling kuat yang ayah temui selain mama" lalu ia mencium keningku.
Aku langsung memeluk nya erat dan berkata "Ayah, apakah ini akan segera berakhir? Ayah kemana saja? Mengapa ayah berubah? Aku kangen sama ayah? Aku kangen belaian kasih sayang ayah? Aku kangen dengan manjanya ayah? Aku kesepian ayah? Dan satu hal lagi yang harus ayah tau bahwa aku tidak pernah berzinah! Dulu waktu awal kita pacaran, aku memang belum bisa melupakannya, setelah 4 bulan bersama ayah baru bisa aku terima, jika yang dihadapanku itu adalah lelaki yang aku cari. Bukan bearti aku pernah berzina ayah.” Aku langsung bersujud di kakinya dan muncium kaki imamku sambil berkata "Aku minta maaf ayah, telah membuatmu susah"
Saat itu juga, diangkatnya badanku, ia hanya menangis.
Ia memelukku sangat lama, 2 tahun aku menanti dirinya kembali.
Tiba - tiba perutku sakit, ia menyadari bahwa ada yang tidak beres dengan ku, dan ia bertanya "bunda baik -baik saja kan" tanya nya dengan penuh khawatir.
aku pun menjawab, “bisa memeluk dan melihat kamu kembali seperti dulu itu sudah mebuatku baik Yah" aku tak bisa bicara sekarang. Karena dia akan menikah. Aku tak mau buat diya khawatir. Dia harus khusyu menjalani acara prosesi akad nikah tersebut.
Setelah tiba dimasjid, ijab qabul pun dimulai. Aku duduk di sebrang suamiku.
Aku melihat suamiku duduk berdampingan dengan perempuan itu membuat hati ini cemburu, ingin berteriak mengatakn "Ayah Jangan" tapi aku ingat akan kondisi ku.
Jantung ini berdebar kencang, ketika mendengar ijab qabul tersebut. Begitu ijab qabul selesai, aku menarik napas panjang, Tante Lia, tante yang baik itu, memelukku. Dalam hati aku berusaha untuk menguatkan hati ini, ya, aku kuat. Tak sanggup aku melihat mereka duduk bersanding di pelaminan. Orang - orang yang hadir di acara resepsi itu iba melihatku, mereka melihatku sangat aneh, wajahku yang selalu tersenyum tapi hatiku menangis.
Sampai dirumah, suamiku langsung masuk ke dalam rumah begitu saja, tak mencuci kaki nya. Aku sangat heran dengan prilaku nya. Apa iya, dia tidak suka dengan pernikahan ini? Sementara itu Desi sambut hangat di dalam keluarga suamiku,tak seperti aku yang di musuhinya.
Malam ini aku tak bisa tidur, bagaimana bisa !! Suamiku akan tidur dengan perempuan yang sangat aku cemburui. Aku tak tau apa yang mereka lakukan didalam.
1/3 malam, pada saat aku ingin sholat lail aku keluar untuk berwudhu, aku melihat ada lelaki yang mirip suamiku tidur disofa ruang tengah, ku dekati lalu ku lihat.... Masya Allah, suamiku tak tidur dengannya,ia tidur disofa, aku duduk disofa itu sambil menghelus mukanya yang lelah, tiba - tiba ia memegang tangan kiriku, tentu saja aku kaget.
"Kamu datang ke sini, aku pun tau " ia langsung berkata seperti itu, aku tersenyum dan megajaknya sholat lail. Setelah sholat lail, ia mengatakan "maafkan aku, aku tak boleh menyakitimu, kamu menderita karena ego nya aku. Besok kita pulang ke Jakarta, biar Desi pulang denagn mama, papa Dan juga adik - adikku"
Aku menatapnya dengan penuh keheranan. Tapi ia langsung mengajakku untuk istirahat. Saat tidur ia memelukku sangat erat. Aku tersenyum saja, sudah lama ini tidak terjadi. Ya Allah, apakah Engkau akan menyuruh malaikat maut untuk mengambil nyawaku sekarang ini, aku telah meresakan kehadirannya saat ini. Tapi masih bisakah engaku ijinkan aku untuk mersakan kehangatan dari suamiku yang telah hilang selama 2 tahun ini.
Suamiku berbisik, "Bunda kok kurus ?"
Aku menangis dalam kebisuan. Pelukannya masih bisa aku rasakan.
Aku pun berkata "Ayah kenapa tidak tidur dengan Desi ?"
"Aku kangen sama kamu Bunda. Aku tak mau menyakitimu lagi, kamu sudah terluka oleh sikapku yang egois," dengan lembut suamiku menjawab seperti itu.
Lalu suamiku berkata, "Bun, ayah minta maaf telah menelantarkan bunda... Selama ayah di Sabang, ayah dengar kalo bunda tidak tulus mencintai ayah, bunda seperti mengejar sesuatu, seperti harta ayah, dan satu lagi ayah pernah melihat sms bunda dengan mantan pacar bunda dimana isinya klo bunda gk mw berbuat seperti itu, dan seperti itu di beri tanda kutip ( "seperti itu" ), ayah ingin ngomong tapi takut bunda tersinggung, dan ayah berpikir klo bunda pernah tidur dengannya sebelum bunda bertemu ayah, terus ayah dimarahi oleh keluar ayah karena ayah terlalu memanjakan bunda "
Hati ini sakit ketika difitnah oleh suamiku, ketika tidak ada kepercayaan didirinya, hanya karena omongan keluarganya, yang tidak pernah melihat betapa tulusnya aku mencintai pasangan seumur hidupku ini.
Aku hanya menjawab "Aku sudah ceritakan itu kan Yah, akutidak pernah berzinah, dan aku mencintaimu setulus hatiku, jika aku hanya mengejar hartamu, mengapa kamu, banyak lelaki yang lebih mapan darimu waktu itu Yah. Jika aku hanya mengejar hartamu, aku tak mungkin setiap hari menangis karena menderita mencintaimu.
Entah aku harus bahagia atau aku harus sedih karena sahabatku sendirian di kamar pengantin itu. Malam itu, aku menyelesaikan masalahku dengan suamiku dan berusaha memaafkannya beserta sikap keluaraganya juga. Karna aku tak mau mati dalam hati yang penuh denagn rasa benci.
--------------------------------------------------------
Keesokan harinya..... .....
Katika aku ingin bangun untuk mengambil wudhu, kepalaku pusing, rahimku sakit sekali..aku pendarahan.. suamiku kaget. Suamiku kaget bukan main, ia langsung menggendongku. Aku pun dilarikan ke rumah sakit. Jauh sekali aku mendengar suara zikir suamiku. Aku merasakan tanganku basah. Ketika kubuka mata ini, kulihat wajah suamiku penuh dengan rasa kekhawatiran.
Ia menggenggam tanganku dengan erat.. Dan mengatakan " Bunda, Ayah minta maaf , , !!"
Berapa kali ia mengucapkan hal itu. Dalam hati ku, apa ia tahu apa yang terjadi padaku.
Aku berkata dengan suara yang lirih " Yah....Bunda ingin pulang, bunda ingin bertemu kedua orang tua bunda, anterin bunda kesana ya Yah...."
"Ayah jangan berubah lagi ya !!! Janji ya Yah... !!! Bunda sayang banget sama Ayah "
Tiba - tiba saja kakiku sakit sangat sakit, sakit nya semakin keatas, kakiku sudah tak bisa bergerak lagi, aku tak kuat lagi memegang tangan suamiku, kulihat wajahnya yang tampan, linangan air matanya.
Sebelum mata ini tertutup ku lafazkan kalimat syahadat dan ditutup denagn kalimat tahlil.
*********************************************************
Aku bahagia melihat suamiku punya pengganti diriku. Aku bahagia selalu melayaninya dalam suka dan duka. Menemaninya dalam ketika ia mengalami kesulitan dari kami pacran samapai kami menikah.
Aku bahagia bersuamikan dia. Dia adalah nafas ku.
Untuk Ibu mertuaku : "Maafkan aku telah hadir didalam kehidupan anakmu sampai aku hidup didalam hati anakmu. Ketahuilah Ma, dari dulu aku selalu berdo'a agar Mama merestui hubungan kami. Mengapa engkau fitnah diriku didepan suamiku, apa engkau punya bukti nya Ma. Mengapa engkau sangat cemburu padaku Ma ? Fikri tetap milikmu Ma, aku tak pernah menyuruhnya untuk durhaka kepadamu, dari dulu aku selalu mengerti apa yang kamu inginkan dari anakmu, tapi mengapa kau benci diriku. Dengan Desi kau sangat baik tetapi dengan ku, menantumu kau bersikap sebaliknya."
*********************************************************
Setelah ku buka laptop,ku baca curhatan istriku
Ayah, mengapa keluargamu sangat membenciku.
Aku dihina oleh mereka ayah.
Mengapa mereka bisa baik terhadapku pada saat ada dirimu ?
Pernah suatu ketika, aku bertemu Dian di jalan, aku menegornya karena dia adik iparku tapi aku disambut dengan wajah ketidak sukaannya. Sangat terlihat Ayah.
Tapi ketika engkau bersamaku, Dian sangat baik, sangat manis dan ia memanggilku dengan panggilan yang sangat menghormatiku. Mengapa seperti itu ayah.
Aku tak bisa berbicara ttg ini padamu, karena aku tahu kamu pasti membela adikmu, tak ada gunanya Yah.
Aku diusir dari rumah sakit.
Aku tak boleh merawat suamiku.
Aku cemburu paad Desi yang sangat akrab dengan mertuaku
Tiap hari ia datang ke rumah sakit bersama mertuaku
Aku sangat marah....
Jika aku membicarakn hal ini pada suamiku, ia akan pasti membela Desi dan ibunya.
Aku tak mau sakit hati lagi.
Ya Allah kuatkan aku, maafkan aku
Engkau Maha Adil.
Berilah keadilan ini padaku Ya Allah
…..
Ayah sudah berubah, ayah sudah tak sayang lagi pada ku.
Aku berusaha untuk mandiri ayah, aku tak akan bermanja - manja lagi padamu.
Aku kuat ayah dalam kesakitan ini.
Lihatlah ayah, aku kuat walaupun penyakit kanker ini terus menyerangku.
Aku bisa melakukan ini semua sendiri ayah.
…..
Besok suamiku akan menikah dengan perempuan itu
Perempuan yang aku benci, yang aku cemburui
Tapi aku tak boleh egois, ini untuk kebahagian keluarga suamiku
Aku harus sadar diri
Ayah, sebenarnya aku tak mau diduakan olehmu
Mengapa harus Desi yang menjadi sahabatku ?
Ayah aku masih tak rela
Tapi aku harus ikhlas menerimanya
Pagi nanti suamiku melangsungkan pernikahan keduanya
Semoga saja aku masih punya waktu untuk melihatnya tersenyum untukku
Aku ingin sekali merasakan kasih sayangnya yang terakhir
Sebelum ajal ini menjemputku
Ayah...aku kangen ayah
-------------------------------------------------------------------------------
Dan kini aku telah membawamu ke orang tuamu Bun
Aku akan mengunjungimu sebulan sekali bersama Desi ke Pulau Kayu ini
Aku akan selalu membawakanmu bunga mawar yang berwana pink yang mencerminkan keceriaan hatimu yang sakit tertusuk duri.
Bunda tetap cantik, selalu tersenyum disaat tidur.
Bunda akan selalu hidup dihati ayah.
Bunda...
Desi tak sepertimu, yang tidak pernah marah...
Desi sangat berbeda denganmu, ia tak pernah membersihkan telingaku, rambutku tak pernah di creambathnya, kakiku pun tak pernah dicucinya.
Ayah menyesal telah menelantarkanmu selama 2 tahun, kamu sakit pun aku tak perduli, dalam kesendirianmu.
Seandainya Ayah tak menelantarkan Bunda, mungkin ayah masih bisa tidur dengan belaian tangan Bunda yang halus.
Sekarang Ayah sadar, bahwa ayah sangat membutuhkan bunda..
Bunda, kamu wanita yang paling tegar yang pernah kutemui.
Aku menyesal telah asik dalam keegoanku..
Bunda maafkan aku. Bunda tidur tetap manis.
Maafkan aku,
tak bisa bersikap adil dan membahagiakan mu, aku selalu mengiyakan apa kata ibuku, karena aku takut menjadi anak durhaka. Maafkan aku ketika kau di fitnah oleh keluargaku, aku percaya begitu saja.
maafkan.............
Bunda akan selalu hidup dihati ayah.
Bunda...
Desi tak sepertimu, yang tidak pernah marah...
Desi sangat berbeda denganmu, ia tak pernah membersihkan telingaku, rambutku tak pernah di creambathnya, kakiku pun tak pernah dicucinya.
Ayah menyesal telah menelantarkanmu selama 2 tahun, kamu sakit pun aku tak perduli, dalam kesendirianmu.
Seandainya Ayah tak menelantarkan Bunda, mungkin ayah masih bisa tidur dengan belaian tangan Bunda yang halus.
Sekarang Ayah sadar, bahwa ayah sangat membutuhkan bunda..
Bunda, kamu wanita yang paling tegar yang pernah kutemui.
Aku menyesal telah asik dalam keegoanku..
Bunda maafkan aku. Bunda tidur tetap manis.
Maafkan aku,
tak bisa bersikap adil dan membahagiakan mu, aku selalu mengiyakan apa kata ibuku, karena aku takut menjadi anak durhaka. Maafkan aku ketika kau di fitnah oleh keluargaku, aku percaya begitu saja.
maafkan.............