Malam ini dia datang menemuiku..
Menatapku, berlutut dan menangis di hadapanku. Aku benar-benar tak berdaya melihat tatapan itu, tatapan yang begitu hangat, penuh harap dan selalu membuatku bisa memaafkannya. Aku sadar, aku sangat mencintainya, aku tidak ingin kehilangan dia.
meski dia sering menyakiti hatiku dan membuatku menangis. Aku akan tetap memaafkan dia meskipun dia sering membuatku lelah dalam menghadapinya :')
Lagi-lagi dia membuatku kecewa dengan sikap keras kepalanya yang dia miliki.
Bukan maksudku untuk mengatur kehidupannya, aku begini karena ingin dia menjadi yang lebih baik. semua ini demi kebaikkan hidupnya..
tetapi dia tidak mengerti maksud dan tujuan baikku, sehingga aku kehabisan cara bagaimana menjelaskannya..
aku tau mungkin kau tak suka bila aku terlalu mengatur kehidupanmu.
saking tidak sanggupnya aku menghadapi sikapnya, akupun menjadi emosi dan melontarkan bahwa aku ingin berpisah dengannya..
Dan dia pun terus meminta maaf padaku, agar aku tak meninggalkannya.
Malam ini dia datang dan minta maaf padaku atas sikapnya padaku..
dia rela datang disaat cuaca yg tidak bersahabat, disaat dinginnya angin malam yang merasuk kedalam tulang, hanya karna dia ingin mendapatkan maaf dariku. Dia pun terus berlutut dan memegang tanganku dengan erat, dan tak ingin melepaskannya..
Dan dia tidak ingin jika aku meninggalkannya.
Aku tidak sanggup menatap matanya lagi, air mataku jatuh begitu deras menghujani wajahku. Aku tak berdaya, begitu lemas dan Dia menggenggam tanganku dengan erat.
Kamu adalah kekasih yang paling baik yang pernah ku temui.
Maafkan aku dan anggap aku sebagai kekasih yang bodoh, tak tau arti pengorbananmu..
yang pasti aku tidak bisa hidup tanpa kamu. :'(
0 komentar:
Posting Komentar